Attention

We are no broker or middlemen, if you find attracted to one or more properties in this blog, just directly deal with the contact person as attached to every posting.


All About Property bukan broker atau perantara, apabila anda berminat untuk membeli properti yang ada di blog ini, silahkan hubungi kontak pada setiap iklan properti yang ada!

Tuesday, September 23, 2014

Jual Kamera CCTV

Warga perkotaan saat ini membeli properti bukan sebatas untuk kebutuhan tempat tinggal saja, namun sebagian mulai bertujuan investasi jangka panjang. Bahkan ada yang khusus berbisnis properti dengan cara membangun atau membeli rumah maupun apartmen yang kemudian disewakan atau di kontrakkan. Banyaknya tindak kejahatan di perkotaan membuat anda yang memiliki properti yang belum ditinggali harus lebih memperhatikan keamanan properti anda. Salah satunya adalah dengan memasang kamera pengawas atau pengintai di area properti anda agar anda dapat dengan cepat mengetahui jika ada tangan-tangan jahil atau orang yang tidak bertanggung jawab ingin merusak properti anda.


Memasang kamera pengawas di properti anda tidak perlu menggunakan peralatan canggih, cukup dengan menggunakan kamera CCTV dengan fitur yang mumpuni dan harga terjangkau. Untuk kebutuhan ini anda dapat mencari agen atau distributor yang jual kamera CCTV dengan harga murah. Tidak perlu kuatir bahwa kamera CCTV murah berarti kualitasnya kurang baik, karena pada dasarnya harga kamera CCTV yang di jual tergantung pada fitur-fitur yang disediakan. Semakin banyak fitur canggih maka harga CCTV akan semakin mahal, sementara anda hanya butuh produk yang tidak memerlukan fitur terlalu banyak.

Salah satu agen yang jual kamera CCTV murah adalah PD. Hanselindo. Anda dapat membeli atau memesan kamera CCTV di agen ini secara online melalui toko online mereka cctvgrosirmurah.com. Cara pembeliannya pun sangat mudah dan anda berpeluang mendapatkan harga kamera CCTV secara grosir di toko online ini.  Mereka menyediakan kamera CCTV Analog dan DVR yang sesuai untuk kebutuhan pengawasan properti anda.

Wednesday, September 10, 2014

Apartemen Murah Hanya 300 Jutaan Di Jelambar

Apartemen yang satu ini sebaiknya tidak boleh Anda lewatkan, dengan harga 395 juta, Anda bisa mendapatkan Apartemen dengan luas sekitar 35 meter persegi. 

Apartemen yang Anda tempat ini nantinya akan selalu memberikan Anda produktivitas dalam bekerja, karena tidak perlu membeli barang-barang apapun, semua perlengkapan interior sudah tersedia. alias Full FURNISHED.

Ada kulkas, ruang dapur, AC, lemari pakaian, lemari piring dan sebagainya.
Selain itu bagi Anda yang menjadi penghuni apartemen ini, dan ingin melakukan olahraga, ada kolam renang atau swimming pool dilantai dasar, dan Anda bisa melihat kolam renang secara langsung dengan membuka jendela.

Untuk perlengkapan mandi, tersedia satu buah kamar mandi dengan menggunakan air PAM, sehingga aman digunakan untuk minum dengan sebelumnya dimasak terlebih dahulu. Untuk kebutuhan listrik pada apartemen ini juga cukup besar, karena diberikan daya 2200 watt.

Soal keamanan, apartemen ini tidak kalah canggih. Selain keamanan 24 jam dengan petugas keamanan, hampir setiap lobby apartemen dipasangi kamera CCTV. hal ini tentunya untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan pada lobby karena seperti yang diketahui apartemen diisi oleh banyak orang dalam jangka waktu yang lama.

Untuk kebutuhan makanan, pada lantai dasar tersedia juga mini market, kadang setiap pagi ada penjual sayur yang mampir didepan apartemen. Ini sangat memudahkan bagi Anda untuk mendapatkan bahan-bahan makanan dengan harga yang terjangkau.

Swimming pool dilantai dasar apartemen berharga 300 jutaan di Jelambar, Jakarta Barat
Swimming pool dilantai dasar apartemen berharga 300 jutaan di Jelambar, Jakarta Barat
Ruangan di dalam apartemen, full furnished dengan lemari es, ac, lemari piring, lemari baju, 1 kamar mandi, dan 1 kamar tidur
Ruangan di dalam apartemen, full furnished dengan lemari es, ac, lemari piring, lemari baju, 1 kamar mandi, dan 1 kamar tidur
Ruang dapur dari apartemen berharga Rp 300 jutaan di Jelambar, Jakarta Barat. dilengkapi lemari es, lemari piring, tempat menaruh kompor, tempat cuci piring. Apartemen ini berdiri dilantai 11 harga Rp 380 juta.
Ruang dapur dari apartemen berharga Rp 300 jutaan di Jelambar, Jakarta Barat. dilengkapi lemari es, lemari piring, tempat menaruh kompor, tempat cuci piring. Apartemen ini berdiri dilantai 11 harga Rp 380 juta.

Apartemen sendiri masih baru, Mohon sebutkan GA8614-RS saat menghubungi kami.

CH Property Tanjung Duren
Jl Tanjung Duren Raya No 29 E-F, Jakarta Barat
Jakarta
Telepon Kantor: 021-569 68 717

Yogyakarta Ijinkan Pengembang Bangun Hunian Vertikal

Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat serta pengusaha developer yang ingin membuat hunian di daerah istimewa Yogyakarta, kini pemerintah mengijinkan untuk membangun hunian yang berkonsep vertikal. Hal ini dimaksudkan agar lahan-lahan perkebunan dan persawahan yang selama ini diincar oleh pengembang atau masyarakat yang ingin membangun hunian baru dapat terselamatkan karena pemerintah hanya memperbolehkan bangunan dibuat untuk vertikal seperti apartemen atau rumah susun.


Kebijakan ini sendiri setidaknya mencontoh daerah khusus ibukota Jakarta yang sudah menerapkan hal itu untuk memperkecil peluang pengembang properti untuk membuka lahan dan mengurangi kawasan hijau karena membangun rumah petak atau kompleks perumahaan horisontal.

Diungkapkan oleh Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyudi, dengan luas wilayah kota Yogyakarta yang tidak seberapa luas, maka masyarakat diminta untuk tidak membangun rumah petak didaerah Yoryakarta, dan lebih memilih membeli rumah susun atau apartemen sebagai hunian agar lahan yang selama ini diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat tidak terusik karena pembelian tanah yang marak dilakukan. Hal ini sendiri juga diharapkan kepada pengmbangan agar menurut perintah yang diajukan oleh pemerintah Yogyakarta.

"Perumahan diharapkan tumbuh vertikal. Bisa saja, di Kota Yogyakarta sudah tidak diperbolehkan lagi membangun perumahan horisontal, tetapi harus vertikal seperti rumah susun atau apartemen," kata wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Sementara itu, pembangunan rumah susun atau apartemen sendiri juga setidaknya harus menyediakan sekitar 20 persen bagi penduduk berpendapatan rendah / miskin. Karena dengan hal ini, pihak developer menginjinkan kepada masyarakat tersebut untuk tetap mendapatkan rumah karena pemerintah kota Yogyakarta sekali lagi tidak mempebolehkan adanya pembukaan lahan untuk rumah petak.

Selain itu, Kota Yogyakarta juga berbenah dengan melakukan kajian terntang daya dukung lingkungan terhadap pembangunan. Direncanakan bahwa kajian ini sendiri dapat selesai pada tahun 2015, dengan kajian ini sendiri pemerintah kota Yogyakarta berharap akan ada konsep yang tepat untuk mengarahkan pertumbuhan kota Yogyakarta untuk dapat lebih baik dan dapat terus nyaman ditinggali oleh masyarakatnya.

Tidak hanya itu, kajian tersebut juga akan mengetahui dengan jelas, kira-kira apa saja investasi yang dapat berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan kota Yogyakarta. Sehingga Pemkot Yogyakarta dapat bertindak tegas terhadap investor yang dimaksud.

"Jika sudah masuk dalam daftar investasi negatif, maka akan dilakukan rasionalisasi," kata Haryadi.

Friday, September 5, 2014

Cara Dapat KPR Jika Penghasilan Rp 2,5 Juta/Bulan

Sesuai aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) terkait Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau KPR Bersubsidi akan diberikan apabila masyarakat memiliki pendapatan Rp 2,5 juta sampai Rp 3 Juta per bulan.

Walaupun diberikan batas atas bagi masyarakat untuk mendapatkan KPR Bersubsidi, pemerintah sama sekali tidak menetapkan batas bawah agar KPR dapat diberikan oleh bank. Meski begitu Bank memiliki ketentuan bahwa untuk mendapatkan rumah sebagiknya seseorang yang berpendapatan di bawah Rp 2,5 juta per bulan harus memenuhi batas maksimal cicilan 30 persen dari penghasilan.

"Batas bawahnya tidak ada, yang penting sepertiga (30%) penghasilannya cukup untuk membayar angsuran KPR," ungkap Sri Hartoyo selaku Deputi Pembiayaan Perumahan Kemenpera melalui detikFinance, Kamis (4/9/2014).

Dengan kebijakan ini, masyarakat yang bergaji dibawah 2,5 juta / bulan tetap bisa menikmati fasilitas KPR dari bank. Sementara itu, latar belakang kemenpera membuat kebijakan ini ialah karena rata-rata konsumen yang lolos mendapatkan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah mereka yang bergaji Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per bulan.

Sementara itu, apa jadinya jika masyarakat tidak memiliki pendapatan perbulan sebanyak Rp 2,5 juta per bulan serta tidak sanggup memenuhi ketentuan batas cicilan maksimal 30% dari penghasilan? Sri Hartoyo menyarankan agar masyarakat menambah uang mukanya (DP) menjadi lebih besar, agar cicilannya per bulannya lebib rendah, sehingga bank dapat menyetujui pengajuan KPR-nya.

"Biasanya kalau kemampuan untuk membayar angsuran KPR kecil hal ini dapat disiasati dengan uang muka yang relatif besar, sehingga pokok KPR-nya kecil, angsuran KPR jadi relatif kecil juga," katanya.

Sementara itu, sesuai KPR Subsidi atau FLPP Konsumen akan mendapatkan bunga cicilan tetap yaitu 7,25% dengan jangka waktu kredit ialah 15-20 tahun. Sementara itu, harga rumah yang diajukan untuk KPR Bersubsidi maksimal sebesar Rp 120 juta untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Sehingga cicilan per bulan untuk KPR Bersubsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan ialah sekitar Rp 800 ribu – 900 ribu.

FLPP yang disebutkan sebelumnya merupakan untuk rumah tapak, namun jika masyarakat memilih rumah susun / apartemen maka ketentuan batas gaji maksimal adalah Rp 7 juta per bulan, dengan batas bawah tak ditentukan. Namun fasilitas kredit rumah subsidi bunga untuk rusun akan berakir pada 31 Maret 2015. Setelah itu, mulai 1 April 2015 subsidi bunga untuk rusun ditiadakan.

Pilih Mana Baja atau Beton untuk Material Bangunan?

Beton dikenal sebagai material utama untuk pembangunan gedung, rumah atau jalan-jalan. Kelebihan beton ialah memiliki ketahanan pada temperatur yang tinggi, daya tahan kuat terhadap gempa, serta biaya perawatan yang jauh lebih murah.

Namun kini para akademisi, kontraktor serta developer sepertinya mulai melirik fungsi baja yang dinilai lebih unggul daripada beton. Menurut Lektor Kepala Politeknik Negeri Bandung, Ir. Sumargo dalam seminarnya Efisiensi Pengelolaan BUdjet Proyek Tanpa Menonomorduakan Kualitas di Jakarta dikemukakan bahwa proses pengerjaan beton yang memerlukan waktu yang lama membuat banyak orang berpikir dua kali untuk menggunakan material beton.

“Terutama dari segi pengerjaan. Pengerjaan beton memakan waktu lama,” Ungkap Ir. Sumargo dalam seminarnya.

Seperti yang diketahui proses pengerjaan beton membutuhkan waktu yang lama karena harus melewati berbagai proses seperti pemeriksaan bahan, merencanakan campuran, serta pembuatan beton.

Karena itulah beberapa praktisi dalam dunia konstruksi nasional memilih baja karena pengolahannya yang jauh lebih cepat karena semua dilakukan di dalam pabrik. Selain itu mutu / kualitas baja dijamin tidak akan turun bila dibandingkan beton karena kesalahan terhadap komposisi campuran.

"Kalau baja kan sudah dari pabriknya, jadi mutunya tetap," tambah Sumargo.

Semantara itu, dilihat dari aspek pembonkaran. Baja lagi-lagi lebih diunggulkan karena hanya dengan melepas baut saja. Sungguh berbeda jika menggunakan beton, karena beton yang berbahan dasar batu, pasir, dan air membuat tidak ramah lingkungan saat di lakukan pembongkaran. Selain menimbulkan polusi udara, juga dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, baja dinilai lebih ramah terhadap lingkungan.

"Sebetulnya sama sih, karena baja dari bijih besi. Tapi, efek terganggunya lebih kecil," jelas Sumargo.

Sementara itu, apa yang menjadi kekurangan pada baja? Ir Sumargo mengaku bahwa kekurangannya adalah pada harga. Harga baja saat ini kian meroket, bila dibandingkan dengan beton maka harga bahan-bahan penunjang beton cenderung lebih stabil. Meski begitu, Sumargo menilai, pemilihan material yang berkualitas sebaiknya tidak hanya melihat pada aspek harga.

"Karena, dari aspek waktu, pengerjaan baja lebih singkat daripada pengerjaan beton, yang berarti juga menghemat anggaran." ujarnya.

Thursday, September 4, 2014

Inilah Alasan Pengembang Menaikkan Harga Lahan Industri

Pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi, hal ini dilakukan untuk menarik tekanan APBN yang selama ini terjadi akibat tinggi penggelontoran subsidi yang dilakukan pemerintah untuk bahan bakar minyak.

Melihat adanya rencana pemerintah untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pengembang properti pun juga ikut-ikutan untuk menyesuaikan harga jual lahan di kawasan industri. Penyesuaian harga yang dilakukan developer ini berkisar antara 2,5 – 20 persen dari harga semula.

Salah satu pengembang yang melakukan penyesuaian harga menjelang kenaikan harga BBM adalah Lippo Cikarang dan Jababeka. Menurut Direktur PT Jababeka Tbk., Sutedja Sidarta Darmono, pihaknya melakukan penyesuaian harga lahan karena adanya koreksi harga yang terjadi pada material bangunan.

"Kami pasti meningkatkan harga lahan. Penyesuaian terkait juga dengan harga material bangunan. Sebelum pengumuman pemerintah, kami menaikkan harga per empat bulan dengan besaran 2,5 persen hingga 5 persen," ujar Sutedja, Selasa (2/9/2014).

Sementara itu untuk Lippo Cikarang penyesuaian harga yang dilakukan oleh korporasinya ditetapkan sekitar 10 persen hingga 20 persen tahun ini menurut Corporate Communication Manager PT Lippo Cikarang, Tbk., Ria Sormin.

"Kenaikan akan kami berlakukan efektif dalam waktu dekat ini," ujar Ria, Rabu (3/9/2014).

Menurut informasi yang didapatkan, saat ini harga lahan kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat, dipatok pada angka Rp 2 juta per meter persegi. Di Jababeka sendiri sudah berdiri sekitar 1.500 perusahaan. Sementara itu, di lahan industri yang juga dimiliki oleh Jababeka namun berlokasi di Kendal, Jawa Tengah, harga yang dipatok adalah sekitar 100 dollar AS atau jika dirupiahkan adalah sekitar Rp 1,1 juta per meter persegi.

Atas penyesuaian harga BBM yang berimbas pada naiknya harga lahan di kawasan industri Sutedja selaku Direktur di Jababeka mengaku optimis bahwa pasar tidak akan merespon negatir atas kenaikan tersebut. Karena sesuai dengan keputusan perusahaan bersama investor, pihaknya akan melakukan lonjakan harga yang masuk akal namun tetap terjangkau oleh pasar.

"Kami selaku pengembang dan pengelola kawasan industri menyambut baik policy making pemerintah. Saya yakin, pasar tidak akan merespon negatif kenaikan harga BBM ini," tandas Sutedja.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah yaitu menaikkan harga BBM juga diberikan oleh Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar. Sanny mengungkapkan bahwa pemerintah memang sudah seharusnya menaikkan harga BBM, kalau perlu secara langsung atau tidak bertahap. Sebagai himpunan para pengembang kawasan industri, HKI sangat mendukung kenaikan tersebut.

"Bila perlu subsidi BBM dialihkan ke pembangunan infrastruktur, utilitas dan fasilitas untuk kepentingan yang lebih luas. Misalnya, infrastruktur akses dari kawasan industri penuju bandara, stasiun kereta api, atau ke pelabuhan. Selama ini, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri-kawasan industri yang ada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa terkendala keterbatasan infrastruktur sehingga menyebabkan ekonomi biaya tinggi," jelas Sanny.

Wednesday, September 3, 2014

140 Ribu Hektar Lahan Pertanian Berubah Menjadi Lahan Properti

Kejadian alih fungsi lahan yang awal digunakan sebagai lahan pertanian kemudian dijual menjadi lahan properti memang banyak terjadi di berbagai daerah. Bahkan hal ini marak terjadi di daerah penyangga ibu kota seperti bekasi, bogor, tangerang serta depok.


Masalah pengalihan fungsi lahan ini menjadi tidak berujung karena banyak faktor-faktor yang menjadi katalis atau pemicu seperti, pertumbuhan jumlah penduduk, perkembangan industri, serta nilai lahan properti yang lebih tinggi dibanding lahan pertanian.

Dalam diskusi yang bertajuk 'Rusunami : Solusi Penyediaan Perumahan bagi MBR di Perkotaan', Selasa (2/9), Ambo Ala selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin mengungkapkan bahwa setidaknya Indonesia kehilangan 140.000 hektar sawah per tahunnya akibat alih fungsi lahan menjadi properti. Akibat hal ini, negara menjadi rugi hingga mencapai Rp 7 Triliun setiap tahun.

Kenapa pemerintah menjadi rugi gara-gara pengalihan fungsi lahan pertanian? Sebab berkurangnya lahan pertanian membuat Indonesia harus kekurangan produk hasil pertanian yang dikonsumsi oleh masyarakat. 

“Padahal, lahan pertanian diperlukan untuk ketahanan pangan yang menjadi penentu stabilitas ekonomi, keamanan negara, dan martabat bangsa,” kata Ambo.

Akhirnya untuk menstop kegiatan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertanian, pemerintah mencabut kebijakan pemberian subsidi kepemilikan rumah petak / tapak kepada masyarakat. Namun, pemerintah tetap memberikan subsidi, jika masyarakat terutama MBR (Masyarakat Berpendapatan Rendah) memilih memiliki hunian vertikal seperti Rumah Susun atau Apartemen.

Selain itu, kepada pengembang yang sudah memiliki lahan pertanian, pemerintah membuat regulasi yang dikeluarkan dalam bentuk Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB). Dalam regulasi tersebut, pengembang diwajibkan menyediakan lahan pengganti terhadap pengalihfungsian lahan pertanian.

Cukup berat bagi pengembang untuk menyediakan lahan pengganti karena memanfaatkan lahan pertanian untuk dibangun properti, sebab dalam undang-undang ini disebutkan, pengembang wajib mengganti paling sedikit tiga kali luas lahan beririgasi, dua kali luas lahan hasil reklamasi, dan satu kali luas lahan yang tidak beririgasi.

Tuesday, September 2, 2014

Pemerintah Dorong Masyarakat Pilih Hunian Vertikal

Pemerintah terutama daerah provinsi DKI Jakarta sedang gencar untuk mendorong masyarkat untuk tinggal di hunian vertikal atau rumah susun, alasannya sederhana karena hunian vertikal lebih hemat lahan dibanding membangun rumah tapak. Bahkan pemerintah menghitung apabila rumah dibuat susun atau vertikal ke atas akan terjadi penghematan lahan hingga 430 persen lebih. 


Menurut Sri Hartoyo selaku Deputi Pembiayaan Perumahan kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengungkapkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia yang mencapai belasan juta unit, pemerintah setidaknya harus menyediakan lahan ratusan ribu hektar. Sri melakukan pengandaian, apabila membangun rumah tapak maka akan membutuhkan 1,7 miliar meter persegi atau 170.000 hektar lahan demi memenuhi kebutuhan hunian / rumah tapak.

Hal ini berbeda dengan hunian vertikal atau rumah susun, dengan berbagai tipe ketinggian seperti 3, 6, 8 atau 12 lantai dengan komposisi (1 unit luasnya 36 meter persegi) maka lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 39.000 hektar. Jumlah ini merupakan pengiritan lahan yang luar biasa untuk mencegah semakin berkurangnya lahan hijau di Indonesia yang sebenarnya diperuntukkan untuk meminimalisir bencana seperti banjir atau tanah longsor.

"Dalam hal ini kita bisa mencapai efisiensi 436%," kata Sri dalam sebuah Diskusi Forwapera di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Pemerintah mendorong masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal seperti rumah susun atau apartemen. Dorongan pemerintah tersebut dilakukan dalam bentuk hilangnya pemberian subsidi bunga untuk pembiayaan kredit rumah tapak mulai 31 Maret 2015. Kebijakan penghapusan subsidi ini sudah dibentuk dalam peraturan menteri perumahan rakyat atau Permenpera No. 3 Tahun 2014. 

Sementara itu, jika masyarakat ingin memiliki hunian vertikal seperti rumah susun atau apartemen, pemerintah tetap akan memberikan subsidi untuk meringankan biaya kepemilikan hunian.

"Ke depan jumlah penduduk Indonesia akan bertambah, tanah tidak bertambah kecuali melakukan reklamasi," katanya.

Sri menambahkan, sesuai aturan Perundang-undangan, memang Negara dalam hal ini pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyediakan hunian yang layak bagi warga negaranya. Akan tetapi, kita perlu mengingat bahwa faktanya saat ini lahan khususnya di kota besar sudah menipis.

"Salah satu cara yang mulai dipraktikan di negara lain adalah pola hunian vertikal atau rumah susun," tutup Sri.

Saturday, August 30, 2014

Jual Rumah Di Perumahan Jatiasih Greenwood Residence Harga 435 juta

Di Jual Rumah Baru Di Kompleks Perumahan Jatiasih Greenwood Residence
Harga hanya Rp 435.000.000,-
Rumah Tipe 43

Fasilitas yang didapatkan :
- One gate sistem, hanya dapat masuk melalui satu gerbang utama yang dijaga oleh petugas keamanan kompleks.
- Menggunakan Sistem Cluster.
- Rumah tipe 43 ini adalah Cluster ekslusif dengan view pemandangan seperti di puncak.
- Air tanah bagus (bekas kebun bukan bekas sawah).
- Lokasinya tinggi insya Allah tidak banjir.
- Udara sejuk dan suhu / temperatur udara nyaman.
- Mudah akses karena hanya 10 menit dari tol JORR Jatiasih.
- 10 menit ke Giant, Mc Donal, Pizza hut, Naga swalayan, Holland Bakery dll untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari atau mencari tempat makan di luar rumah.
- Sekitar 10 menit ke pangkalan patas tujuan Tanah Abang lewat Jatibening dan komdak.
- Sekitar 10 menit untuk naik bis Agra jurusan BSD dan Cikarang.
- Banyak omprengan gelap unttk ke kantor2 di Jakarta.
- Bagi yang suka bersepeda atau berolahraga pagi, silakan menuju ke base camp Jatiasih yang lokasinya sangat dekat dengan rumah.



Oh iya, menariknya lokasi rumah ini tidak jauh dari rencana Trans Studio Jakarta (10 menit)
http://news.bisnis.com/read/20121011...studio-jakarta


Mengenai material bahan, 
Rumah dibangun diatas pondasi: Batu kali sehingga kuat dan kokoh.
Dinding / tembok sendiri dibuat dengan sistem Double Wall / dua lapis dinding karena menggunakan  Pasangan Bata Ringan.
Rangka: Atap baja ringan.
Harga rumah sudah termasuk mesin air / pompa air.
Tersedia juga dapur

Di Jumlah Rumah Baru Di Kompleks Perumahan Jatiasih Greenwood Residence  Harga hanya Rp 435.000.000,-

Di Jumlah Rumah Baru Di Kompleks Perumahan Jatiasih Greenwood Residence  Harga hanya Rp 435.000.000,-


Detail : Tipe 43 dengan luas tanah 136 m2.

Hubungi:
Kelly Bangun Setiadi
Pin BB : 26CDE2D3
web : www.persadarealty.com
081219670833
081808233569 (whats app)
021-31793552

Summarecon Mall Serpong Bangun Ruang Terbuka Hijau

Dengan banyaknya mall-mall di Jakarta, akhirnya pengembang / developer mulai melirik pembangunan Mall di kota penyangga ibu kota. Salah satu Tangerang Raya (Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang). Namun agar pembangunan mall tidak menjadi suatu hal yang sia-sia karena sepi pengunjung, maka pembangunan mall-mall di penyangga ibu kota memiliki strategi yang inovatif untuk menarik minat pengunjung agar keluar rumah.

Summarecon Mall Serpong
Salah satu inovasi menarik yang dilakukan oleh salah satu mall terkenal di Serpong ialah Summarecon Mall Serpong (SMS), menurut Cut Meutia selaku General Manager Corporate Communications menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh SMS bukan hanya pada sektor pertokoan namun juga fasilitas penunjang seperti Taman Bermain, sarana komunikasi antar komunitas kreatif, komunitas akademisi dan lainnya.

Untuk menyiapkan fasilitas penunjang ini, SMS tengah membangun sebuah ruang terbuka hijau seluas 7.500 m2. Ruang terbuka hijau ini akan memberikan solusi kepada pengunjung agar dapat berkumpul dan bermain ditempat yang cukup luas. Penamaan ruang terbuka hijau ini oleh SMS adalah Scientia Square Park (SQP). Inovasi ini akan menarik hati pengunjung agar menggunakan waktunya selain untuk berbelanja barang kebutuhan serta dapat juga bercengkrama dengan keluarga.

Sementara itu, untuk memberikan inovasi dalam bidang pertokoan SMS sendiri sedang melakukan pembangunan Gedung SMS tahap ketiga.

“Pembangunan akan terus berlangsung. Dalam waktu dekat, perusahaan akan membangun gedung Summarecon Mal Serpong fase ketiga. Saat ini perusahaan telah memiliki gedung Summarecon Mal Serpong fase satu dan dua,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/8/2014).

Upaya untuk terus melakukan inovasi ini dilakukan pihak Summarecon Mal Serpong karena mengingat tingginya jumlah kunjungan SMS pada hari kerja. Cut Meutia menuturkan bahwa pada hari kerja, SMS dapat dikunjungi hingga mencapai 13.500 orang, sementara pada akhir pekan meningkat hampir dua kali lipat atau sejumlah 23.000 orang per hari.

Salah satu alasan mengapa SMS didatangi dengan jumlah pengunjung yang begitu besar adalah karena akses ke Tangerang yang mudah sehingga menarik pengunjung dari wilayah Jabodetabek untuk datang ke SMS.

Mall SMS sendiri sebenarnya tidak hanya menyasar kalangan menengah atas saja, sebab manajemen juga melakukan kerja sama dengan sejumlah sekolahan dan universitas yang berada di wilayah Tangerang untuk melaksanakan kegiatan pada fasilitas yang tersedia di mall Summarecon Mall Serpong.