Thursday, August 7, 2014

Menteri Perumahan Rakyat Pidanakan 90 Pengembang Nakal

Aturan yang dibuat oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang meminta kepada seluruh pengembang / developer untuk membangun hunian berimbang Indonesia rupanya masih banyak dilanggar. Hal ini pun diketahui dari Laporan 90 Pengembang yang dilaporkan pihak kepolisian oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz karena tidak membangun hunian sederhana.

Jumlah 90 pengembang itu sendiri jauh lebih besar dari jumlah pengembang sebelumnya yang dilaporkan oleh bapak menpera tersebut. Sebelumnya diketahui ada 58 pengembang dari 191 proyek perumahan yang lebih dahulu dilaporkan oleh Pak Menteri.

Djan Faridz mengemukakan bahwa dirinya mendapat tambahan developer nakal tersebut setelah menerima masukan dari Real Estate Indonesia (REI). Bahkan masukan dari REI ini sendiri setiap hari selalu diterima oleh Menteri Perumahan Rakyat Tersebut.

"Tiap hari nambah, kita mau tambah lagi 90 lagi. Dapat masukan dari REI, di daerah lain (luar Jabodetabek)," kata Djan di kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Djan juga menambahkan salah satu kewajiban bagi pengembang adalah membangun rumah sederhana ketika mereka ingin membangun rumah menengah dan rumah mewah. Terobosan ini dilakukan Menteri Perumahan Rakyat karena seperti yang diketahui bahwa harga properti setiap tahunnya selalu naik, tentu bagi masyarakat dengan ekonomi ke bawah akan sulit mendapatkan hunian yang layak huni. Selain itu hadirnya perumahan rakyat juga untuk mengurangi banjir dan mempercantik keindahan terutama di kota-kota besar.

Menteri Perumahan Rakyat itu juga menegaskan, apabila ada itikad baik dari pengembang untuk mau mengikuti aturan membuat hunia sederhana maka Djan akan mencabut laporannya ke kepolisian.

"Kalau mereka mau bangun, ya sudah selesai," tegasnya.

Upaya melaporkan pengembang nakal ke kepolisian ini dilakukan sebagai alat pecut bagi pengembang untuk segera merealisasikan hunian layak huni bagi rakyat menengah ke bawah sebelum jabatan dirinya selesai. Selain itu, dia juga berharap, agar para pengembang mau mengirimkan laporan berupa komitmen untuk membangun rumah sederhana.

"Saya harapkan dibawa ke kita (laporannya), mereka sendiri yang ngomong. Ini saya harapkan sebelum saya berhenti ini sudah masuk," ujar Djan.

Upaya ini sendiri menurut Djan akan mempermudah menteri selanjutnya yang akan meneruskan langkah dirinya. Agar seluruh pengembang setelah masa kepemimpinannya selesai mau untuk membuat hunian sederhana untuk rakyat.

"Yang masuk dari REI dan jumlah komitmen mereka mau bangun berapa. Jadi menteri yang baru sudah terima beres, dia nggak usah berjuang, yang berjuang saya," tutupnya.

No comments: